Pages

...Apa Yang Aku Cari...?

Assalamu'alaikum...


Dah lamaaa banget Bunda ga posting...sebelumnya pa kabar sahabat My3Sya...? semoga sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT...amin YRA

Sedikit bebagi cerita dengan sahabat tentang apa yang saat ini sedang Bunda rasakan...

Kebahagiaan Hidup...sebenarnya kebagiaan itu bisa kita rasakan apabila kita dapat menyikapi arti kehidupan ini dengan tetap Ikhlas dan Berbaik Sangka dengan apa yang telah Allah gariskan untuk kita...

Sebenarnya apa sih yang Bunda cari...? uang atau kesenangan...? atau hanya sekedar menghilangkan kejenuhan...? ya ini semua ada hubungannya dengan keputusan Bunda untuk kembali berkiprah aktif di dunia pendidikan...

Mungkin berawal dari kejenuhan dengan rutinitas yang ada sehingga akhirnya Bunda menerima kembali tawaran untuk mengajar...padahal saat itu banyak sekali penghalangnya...dari mulai kaki Bunda patah sampai pada saat tahun ajaran dimulai anak2 sakit semua...tapi tetap Bunda menyikapi itu semua sebagai ujian...sebenarnya Ayah juga ga sepenuh hati ngizinin Bunda untuk kembali ngajar...ya alasannya sangat masuk akal...Hirzi siapa yang nganter sekolah dan Raina masih butuh perhatian Bunda...tapi Bunda tetap dengan keputusan untuk kembali keluar rumah...meninggalkan kewajiban mengantar Hirzi dan menemani Rainaku yang saat itu belum genap berusia 1 tahun...

Ayah sering bilang...berapa sih yang kamu dapet (gaji)...sebanding ga dengan apa yang kamu tinggalkan dirumah...pertanyaan yang sulit sekali dijawab...ada teman Bunda bilang kalo kita punya sedikit ilmu namun tidak disumbangkan untuk beribadah maka diakhirat akan dipertanyakan...namun mengurus keluarga (suami dan anak-anak) juga ibadah yang ga ternilai disamping itu memang kewajiban...

Pernah suatu hari ucapan Hirzi membuat batin Bunda menangis...waktu itu ketika disekolah Hirzi mengadakan acara Pentas Muharam...kebetulan Hirzi terpilih untuk tampil menari dan ini merupakan penampilan terakhir karena saat perpisahan nanti tidak tampil lagi khusus untuk kelompok B...dengan semangat setiap malam Hirzi menunjukan ke Bunda tarian yang akan ditampilkannya bersama teman-teman...waktu itu acaranya hari Rabu, namun senin dan selasa Hirzi tidak masuk karena sakit...ketika harinya tiba Bunda tidak bisa izin...jadilah Hirzi sendiri hanya dianter mas jangkung (becak langganan)...padahal Hirzi pengen banget Bundanya nganter dan nemenin dia sampai selesai...jadilah waktu itu Hirzi tampil pentas dengan tidak disaksikan oleh Bunda...how poor Hirzi...
Ketika pulang ngajar Bunda langsung melontarkan beberapa pertanyaan...
Bunda : dek...tadi pentasnya gimana...?
Hirzi : (diam)
Bunda : banyak yang dateng ga mamanya temen-temen adek...?
Hirzi : banyak...cuma bunda ku aja yang ga dateng...(tanpa ekspresi)
Bunda : rasanya saat itu mo menjerit karena telah membuat Hirzi sedih...
Bunda : ada yang foto adek ga...?
Hirzi : ada...susternya Damar
Bunda : saat itu langsung telp rumah Damar untuk nanyain ada or tidak fotonya Hirzi...

Itu baru salah satu protes Hirzi...belum pada saat dia meminta untuk selalu mengantar dan menjemputnya sekolah...belum lagi sindiran Ayah...aduuuuuhhh rasanya bener-bener pergolakan batin...

Hari ini Bang Syafiq pun dah menyentuh perasaan Bunda lagi...seperti biasa jemputannya ga dateng jadi Bunda yang harus nganter...pergilah kita (bunda & Bang Syafiq) kesekolah Bang Syafiq dulu baru Bunda...sampai disekolah dengan nada lembut Syafiq bilang...
Syafiq : Bunda telat ya...
Bunda : iya...tapi ga pa2 lah...
Syafiq : hati-hati ya nda...(setelah mencium tangan bunda)
terlihat dari pandangan matanya isyarat rasa gembira dan senang karena diantar Bunda...sepanjang perjalanan menuju tempat mengajar batin Bunda menangis dan menjerit...betapa Syafiq dan Hirzi begitu membutuhkan Bunda...betapa mereka merasa senang apabila setiap kegiatan yang mereka lakukan ada Bunda disamping mereka...
                                                                                                                              

"...Album My3Sya..."